Teori Administrasi Umum

Teori Administrasi Umum dalam Bahasa Inggris, general theory of administration, adalah teori umum mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik.

1. Division of Work | Pembagian Kerja

 

Division of Work atau Spesialisasi pekerjaan kepada individu individu dalam lingkaran manajemen untuk membangun sebuah pengalaman dan terus mengasah keahliannya sehingga pada akhirnya individu individu tersebut bisa menjadi lebih produktif dan menguntungkan. Terlebih lagi dengan kemampuan manusia yang memiliki banyak keterbatasan mengenai pengetahuan, kebutuhan waktu, dan perhatian sehingga keterbatasan keterbatasan ini bisa dijalankan oleh individu individu yang memiliki kemampuan untuk itu.

2. Authority and Responsibility | Wewenang dan Tanggung Jawab

Wewenang dan pertanggung jawaban, kedua prinsip manajemen ini adalah kunci didalam melaksanakan roda usaha kerja sama. Bukan tanpa sebab, karena tanpa prinsip ini para manajer tidak akan bisa mengadakan suatu hubungan ke atas ataupun kebawah. Harus ada suatu kekuasan dalam memberi perintah dan sesuatu kekuatan yang bisa membuat manajer ditaati. Pertanggungjawaban akan timbul oleh adanya kekuasaan tersebut. Keduanya harus dalam kondisi yang seimbang dan tidak ada kekuasaan tanpa tanggungjawab, dan begitupun sebaliknya. Tanggung jawab terbesar ada pada manajer puncak. Kegagalan adalah terletak pada pucuk pimpinan, bukan pada karyawan yang berada dibawah karena pihak yang memiliki wewenang terbesar adalah para puncak manajer. Maka dari itu, jika seorang pucuk pimpinan tidak memiliki keahlian dan sifat kepemimpinan, maka wewenang yang ada bisa menjadi boomerang yang merugikan.

3. Discipline | Disiplin

Discipline atau disiplin sangat berhubungan dengan wewenang. Jika wewenang tidak bisa berjalan dengan semestinya, maka bisa jadi disiplin akan hilang. Maka, pemegang wewenang setidaknya harus bisa menanamkan rasa disiplin terhadap diri sendiri sehingga nantinya memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan yang sesuai dengan wewenang yang dimiliki. Disiplin mencakup : kesungguhan hati, kerajinan, ketaatan, kesiapan, persetujuan, kebiasaan, tata krama antara organisasi tersebut dengan warganya.

4. Unity of Command | Kesatuan Perintah

Kesatuan perintah adalah sebuah prinsip dimana perintah yang diterima bawahan tidak diperbolehkan untuk diberikan oleh lebih dari seorang petugas yang ada di atasnya. Dalam melaksanakan pekerjaan, para karyawan harusnya memperhatikan prinsip prinsip kesatuan perintah supaya pekerjaan bisa dilaksanakan secara baik. Tiap karyawan harus mengetahui kepada siapa dia harus bertanggungjawab yang sesuai dengan kewenangan yang didapatnya. Perintah yang diterima dari manajer yang lain kepada karyawan yang sama bisa mengakibatkan rusaknya wewenang dan tanggungjawab serta pembagian kerja. Untuk itu, pekerja harus memiliki hanya satu atasan tanpa ada perintah dari yang lain yang bisa jadi sangat bertentangan.

5. Unity of Direction | Kesatuan Pengarahan

Kesatuan Pengarahan merupakan prinsip manajemen yang mengatakan setiap golongan pekerjaan yang memiliki tujuan yang sama, harus memiliki satu rencana dan dipimpin oleh satu manajer saja. Bisa dibedakan, dengan “unity of command” yang berhugunban dengan jalannya fungsi personalia sedangkan unity of direction berhubungan dengan struktur.

Didalam melakukan tugas dan tanggung jawab, pekerja perlu diarahkan pada sasarannya. Kesatuan pengarahan ini sangat berhubungan erat dengan pembagian kerja. Prinsip kesatuan pengarahan juga bergantung pada kesatuan perintah.

6. Subordination of Individual Interest to General Interest | Subordinasi Kepentingan Perseorangan terhadap Kepentingan Umum

Prinsip manajemen yang ini menyatakan bahwa tiap karyawan harus mengabdi kepentingan pribadi kepada kepentingan perusahaan atau organisasi. Prinsip ini seperti berupa syarat yang penting supaya aktivitas berjalan dengan baik dan lancar. Prinsip ini terjadi jika karyawan mempunyai kesadaran bahwa kepentingan pribadinya sebenarnya bergantung pada keberhasilan atau tidaknya kepentingan organisasi. Prinsip manajemen ini bisa terwujud jika karyawan merasa senang dan nyaman dalam bekerja. Dalam prinsip ini intinya kepentingan kelompok harus bisa mengatasi kepentingan individu, Jika subordinasi ini mengalami gangguan, maka disini diperlukan manajemen untuk mendamaikan.

7. Remunerasi | Penggajian Pegawai

Prinsip manajemen ini menurut Henry Fayol adalah pembayaran upah serta cara pembayaran yang adil serta memberi kepuasan yang maksimal untuk pegawan dan majikan. Dengan menggunakan sistem upah atau gaji yang memuaskan nantinya bisa merangsang pegawan untuk bisa bekerja lebih rajin lagi.

8. Centralization | Pemusatan

Pemusatan adalah prinsip manajemen yang menyatakan seluruh organisasi harus bisa berpusat, harus memiliki pusat. Prinsip ini harus bisa menunjukkan hingga batas mana kewenangan itu dipusatkan ataupun dibagi pada suatu organisasi. Pemusatan kewenangan bisa menimbulkan pemusatan tanggung jawan pada sebuah aktivitas. Tanggung jawab yang terakhir dan terbesar berada pada orang yang memegang kewenangan tertinggi atau pucuk pimpinan manajer. Prinsip pemusatan bukan berarti ada kekuasaan untuk mempergunakan kewenangan, tapi untuk menghindari adanya simpang siur kewenangan dan tanggung jawab. Prinsip manajemen pemusatan ini juga tidak bisa menghilangkan asal pelimpahan kewenangan.

9. Chain of Command | Rangkaian Perintah | Hierarki

Rangkaian Perintah merupakan prinsip manajemen yang mengharuskan perintah dari atas kebawah harus selalu mengambil jarak yang terdekat. Hierarki ini dibutuhkan untuk kesatuan arah perintah. Rantai perintah ini mengacu kepada jumlah tingkatan yang ada pada hierarki dari otoritas tertinggi sampai tingkat yang paling rendah pada sebuah organisasi. Garis otoritas jaraknya tidak boleh terlalu jauh.

10. Order | Ketertiban

Prinsip manajemen ini bisa jadi adalah syarat yang utama karena pada umumnya tidak ada orang yang dapat bekerja pada keadaan kejang atau kacau. Ketertiban pada suatu pekerjaan bisa terwujud jika semua karyawan memiliki disiplin dan ketertiban yang tinggi.

11. Equity | Keadilan

Prinsip keadilan menurut Henry Fayol dianggap sesuatu yang bisa memunculkan kesetiaan dan ketaatan karyawan dengan cara mengkoordinasikan keadilan dan kebaikan para manajer didalam memimpin para bawahan dan memicu tumbuhnya rasa tunduk kepada kekuasaan dari atasan.
Menurut Atmosudirdjo, Keadilan merupakan realisasi dari sesuatu yang telah tetap. Kewajaran membutuhkan banyak pikiran sehat, pengalaman dan kebaikan hati. Umumnya, karyawan menuntuk diperlakukan dengan wajar, mendapat apa yang telah menjadi haknya. Prinsip ini mutlak diperlukan karena menuntut manajemen untuk memperlakukan bawahan dengan baik.

12. Stability of Tenur of Personel | Stabilitas Masa jabatan dalam Kepegawaian

Perputaran karyawan yang tinggi bisa menyebabkan ongkos yang tinggi dalam produksi, untuk itulah prinsip ini dijalankan. Karyawan akan bekerja dengan lebih baik apabila mendapat stimulus keamanan pekerjaan dan jenjang karir yang pasti. Butuh waktu untuk seorang pekerja agar bisa menyesuaikan diri terhadap jabatan atau fungsinya yang baru serta untuk menunaikan tugas dengan baik.

13. Inisiative | Prakarsa

Inisiatif merupakan prinsip manajemen yang menyatakan seseorang kepala harus pintar dalam memberikan inisiatif. Inisiatif muncul dari dalam diri seorang yang mempergunakan daya pikir. Inisiatif memunculkan kehendak untuk mewujudkann sesuatu yang bernilai guna bagi penyelesaian pekerjaan dengan cara yang sebaik baiknya. Pada Prakarsa ini terhimpun perasaan, kehendak, pikiran, keahlian serta pengalaman seseorang yang nantinya akan di realisasi. Setiap prakarsa atau inisiatif yang datang hendaknya harus dihargai setinggi tingginya bila inisiatif tersebut memberikan nilai manfaat yang luar biasa bagi organisasi sehingga karyawan yang memberi inisiatif tersebut dan juga manajemen akan mendapatkan kepuasan serta materi yang setimpal.

14. Esprit de Corps | Semangat Kesatuan

Esprit de Corps atau kesetiaan kelompok merupakan prinsip manajemen dimana setiap pegawai harus mempunyai rasa kesatuan senasib sepenangungan yang bisa menciptakan semangat kerja sama yang lebih baik. Semangat kesatuan ini bisa muncul jika tiap tiap karyawan memiliki kesadaran bahwa tiap pekerja berarti bagi pekerja yang lain dan pekerja lain sangat diperlukan oleh dirinya. Manajer yang mempunyai jiwa kepemimpinan akan bisa memunculkan semangat kesatuan ini. Sebaliknya, jika manajer tidak memiliki kepampuan, bisa berakibat perpecahan.

Manfaat penggunaan 14 prinsip manajemen terhadap perusahaan yaitu:

  1. Adanya perubahan dan organisasi.
  2. Digunakan sebagai pengambilan keputusan.
  3. Keterampilan dapat digunakan untuk meningkatkan  efektivitas dasar manajer.
  4. Memahami bahwa manajemen dapat dilihat sebagai berbagai kegiatan yang dapat terdaftar dan dikelompokkan.

Sekian review mengenai Teori Administrasi Umum, semoga bermanfaat dan— selamat bersenang-senang. Assalamu’alaikum wr.wb.

Advertisements

Noun And Adjective

What the mean of Noun and Adjective?

1. ADJECTIVE

Adjective adalah kata yang menunjukan sifat/keadaan atau bilangan dari kata benda.

Contoh adjective :

• Beautifull (cantik)

• Black and white (hitam putih)

• Expensive(mahal)

• Handsome( ganteng)

• Ugly (jelek)

• Important ( penting)

• Interesting (menarik)

• Busy (sibuk) etc.

2. NOUN

Noun adalah kata benda, penggunaan kata benda dapat sebagai subject kalimat,object kata kerja dan objek kata depan. Noun dapat berupa, contoh nya :

• The names of person (nama-nama orang)  General Soeharto  Queen Victoria  Prof.Dr.Amien Rais,M.A

• The names of places ( countries , cities ,etc)  Japan  Korea  America  Indonesia

• The names of things ( nama-nama benda)  Table  Cupboarrd  Paper  School

Types of Nouns:

1. Classified by Meaning

  • Proper Nouns

Proper noun selalu diawali dengan huruf kapital (HURUF BESAR, hehe kali ja ga ngerti) ketika ditulis, seperti nama-nama orang, nama-nama unit geografi—gunung, laut, bukit, sungai, danau dsb—, nama-nama agama, nama-nama kebangsaan—suku, ras dll—, nama-nama hari libur, nama-nama unit waktu—January, Februari, Senin, Selasa dll.Untuk jalan-jalan sekaligus melihat contoh-contoh proper noun bisa dilihat disini.

  • Common Nouns

Common noun adalah kebalikan dari proper noun (jika bingung: pokoknya yang ga terdaftar sebagai bagian proper noun), penulisannya tidak wajib dengan huruf kapital kecuali jika berada pada awal kalimat. Contoh: I put the book on the table Kata book dan table tidak diawali huruf kapital karena bukan salah satu nama orang, nama gunung, apalagi nama hari. (kali ja ga paham)

  • Concrete Nouns

Concrete nouns adalah kata benda yang dapat dirasakan oleh panca indra, kita bisa menyentuhnya, melihatnya, bahkan mencium baunya. Contoh: Laptop, Flower, pen, pencil dll. Abstract Nouns Absract nouns adalah sebuah konsep yang tak bisa dilihat, disentuh apalagi dicium. Seperti: Justice (keadilan), beauty (keindahan), freedom (kebebasan) dll. Apa sobat-sobit bisa menyentuh kebebasan? (saya sih pernah hehe, dipenjara kali ya?)

  • Countable Nouns

Countable noun atau benda yang dapat dihitung, dalam bahasa inggris biasanya ditambah akhiran s agar bisa dijadikan jamak. Contoh: book menjadi books.

Mungkin ini ciri yang paling melekat pada countable nouns meskipun masih ada jenis countable noun yang TIDAK BOLEH diberi akhiran s. Seperti kata child, jika dijadikan jamak maka akan menjadi children. Perubahan tersebut karena Child adalah salah satu jenis irregular plural noun Uncountable Nouns Berbeda dengan countable nouns, uncountable noun tidak memiliki bentuk jamak. Maka jangan sekali-kali menambahkan akhiran s pada jenis noun yang ini. Banyak sekali contoh uncountable noun, seperti coffee, sugar, iron, furniture. Dll.

  • Collective Nouns

Collective noun adalah sebuah kata yang ditunjukkan untuk sebuah kumpulan manusia, binatang ataupun benda lainnya yang dianggap sebagai satu kesatuan. Contoh: class, committee, crew, enemy, faculty, family dll.

2. Classified by Form

  • Noun Compounds

Tidak usah lama-lama menjelaskan yang satu ini, intinya noun compound adalah gabungan kata dimana noun sebagai inti gabungan kata tersebut (sebut saja noun phrase)

Adjective Forms Used as Nouns Emang ada ya adjective difungsikan sebagai noun? Jawabannya ada. Cirinya jika ada article The terus diikuti dengan sebuah adjective lalu tidak diikuti dengan noun, maka itulah adjective yang difungsikan sebagai noun. Contoh: The rich grow richer, the poor grow poorer. Kata rich dan poor pada dasarnya adalah adjective, namun karena diawali dengan the dan tidak ada noun setelahnya, maka adjective tersebut sudah beralih profesi sebagai noun. Verb Forms Used as Nouns Jika diatas adjective yang digunakan sebagai noun, maka sekarang verb yang digunakan sebagai nouns. Cirinya mudah saja, jika ada kata kerja berada pada posisi subyek ataupun objek, maka itulah verb yang difungsikan sebagai noun. Istilah tenarnya Gerund. Contoh: Writing a love letter is easy. Kata writing pada dasarnya adalah kata kerja, namun karena posisinya sebagai subjek, maka kata kerja tersebut sudah berkhianat menjadi nouns.

Sekian, terima kasih.

Source: http://dickyragkick.blogspot.co.id/2013/04/adjective-noun-dan-verb.html?m=1

Peranan Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Islami

Ketentuan-ketentuan mengenai apa yang disebut kepribadian muslim adalah lebih abstark lagi dari pada kedewasaan rohaniah. Lebih sulit pulalah untuk menentukan bila masanya dan siapa-siapa yang telah mencapai keadaan itu. Sesungguhnya penentuan mengenai hal itu bukanlah wewenag manusia. Tuhanlah yang menetukan siapa-siapa dia antara hamba-Nya yang betul-betul telah mencapai tujuan itu. Pendidikan dapat diusahakan manusia, tetapi penialain tertinggi mengenai hasilnya adalah Tuhan Yang Maha mangetahui. Kita hanya dapat mengetahui dari cirinya saja yaitu adanya perubahan sikap dan tingkah laku sesuai petunjuk ajaran Islam. Untuk menunjang itu semua perlu adanya usaha, kegiatan, cara, alat dan lingkungan hidup yang menunjang keberhasilannya sebagaimana orang mekkah yang tadinya peyembah berhala, musyrik, kafir, kasar dan sombong. Maka dengan usaha dan kegiatan Nabi meng-Islamkan mereka berubah menjadi penyembah Allah Yang Maha Esa. Mukmin-mukmin muslim lemah-lembut dan menghormati orang lain. Mereka telah berkepribadian muslim sebagaimana yang diajarkan oleh ajaran Islam. Dengan itu Nabi telah mendidik , membentuk kepribadian yaitu kepribadian muslim dan sekaligus berarati bahwa Nabi Muhammad adalah seorang pendidik yang berhasil. Apa yang beliau lakukan dalam membentuk manusia, kita rumuskan sekarang dalam pendidikan Islam. Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa pendidikan Islam itu adalah pembentukan kepribadian muslim. Kepribadian muslim itu adalah kepribadian yang seluruh aspek-aspeknya yakni baik tingkah lakunya, kegiatan-kegiatan jiiwanya, maupun filsafat hidup dan kepercayaanya menunjukkan pengabdian terhadap Tuhan, menyerahkan diri terhadap-Nya. Dan hanya dengan melalui proses pendidikan yang terencana baik, kepribadian manusia dapat dikembangkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan atau paling tidak, dapat mendekati tujuan tersebut.

Seorang muslim hendaklah berusaha melatih diri agar mempunyai vitalitas yang kuat, stabil, terarah, dan mantap. Walaupun vitalitas itu lebih ditentukan oleh faktor pembawaan terutama tenaga pendorongnya, namun dengan membiasakan diri bekerja dengan semangat tinggi, kemauan keras dan penuh gairah, maka potensi kekuatan vitalitas itu akan terlihat secara optimal. Nabi Muhammad Saw. Adalah seorang yang memiliki vitalitas prima. Beliau adalah seorang penunggang kuda yang baik, pemain pedang, dan pemanah. Oleh karena itu vitalitas muslim harus diarahkan pada pelaksanan perintah agama yaitu merealisasikan diri sebagai hamba dan khalifah Allah. Sebagai khalifah Allah ia harus rajin bekerja, ulet dan tabah mengahadapi cobaan dan godaan, penuh inisiatif dalam mengolah, memakmurkan dan memelihara bumi beserta isinya. Ia harus berupaya sekuat kemampuan untuk mensejahterakan umat manusia. Sabda Nabi; “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seperti engakau akan mati besok”.

Adapun ciri kepribadian yang dapat di fahami dari orang lain ialah ciri yang tipkal, yaitu ciri kepribadian yang tidak umum dan juga tidak individual, akan tetapi ciri yang ada pada sekelompok orang secara bersama memiliki ciri tesebut seperti rasional, pemikir, emosional, perasa, ekstravert, introvert, pemarah, pemalu, pendendam, pemaaf, penipu, politikus, ekonomis, dan ciri lain yang sejenis. Ciri-ciri tersebut sering disebut sifat-sifat kepribadian. Ciri yang tipikal itu bukan berupa isi atau proses kejiwaan aktual akan tetapi berupa disposisi atau kecenderungan yang bersifat habitual dan secara relatif menetap pada pribadi individual tersebut.

Dalam hubungannya dengan pendidikan Islam pengembangan kepribadian seseorang merupakan suatu keadaan bagi perwujudan nilai-nilai dan norma-norma Islam. Nilai dan norma Islami yang harus di internalisasi kedalam pribadi sesorang, dijabarkan kedalam sistem kependidikan secara makro dan mikro. Secara makro berarti nilai dari norma Islami mendasari proses penetapan kebijakan umum yang mengarahkan dan memberi ruang lingkup perencanaan program operasional kependidikan, baik secara institusional maupun psikologis. Sedangkan secara mikro berarti pendidikan secara operasional sebagai proses yang melaksanakan program-program kependidikan yang bertujuan merealisasikan nilai-nilai dan norma Islami tersebut. Dan pendidik bukan hanya bertugas menyediakan dan menciptakan kondisi belajar yang kondusif bagi subyek didik, tetapi lebih dari itu dituntut turut membentuk kepribadiannya dengan turut menampilkan keteladanan-keteladanannya. Dari uraian diatas dapat diambil suatu benang merah bahwasanya pendidikan terutama pendidikan agama Islam sangatlah berperan penting terhadap pembentukan kepribadian muslim. Karena pendidikan Islam itu sendiri adalah proses transformasi nilai-nilai dan norma-norma Islam dalam pribadi anak didik. Selain itu juga tujuan utama dari pendidikan Islam adalah untuk menyempurnakan cita (idealitas) dari kepribadian yang dibinanya. Bagi umat Islam usaha pengembangan pribadi muslim ini benar-benar sudah dipermudah dengan adanya anugerah Allah Swt berupa sarana-sarana yang sangat vital untuk mengembangkan pribadi Muslim. Sarana-sarana itu adalah: tuntuna al-Quran yang mahabenar dengan al-Hadits sebagai petunjuk pelaksananya, ibadah–ibadah yang dapat mempertinggi derajat keruhanian, dan potensi-potensi serta kemampuan luar biasa manusia yang menandakan mereka tergolong makhluk bermartabat yang mampu mengubah nasib sendiri. Bahkan dipermudah dengan adanya tokoh idaman dan tokoh umat, yaitu: Nabi Muhammad Saw sendiri yang dimasyhurkan memiliki akhlak al-Quran, keluhuran budi pekertinya mendapatkan pujian langsung dari Allah, dan memperbaiki akhlak manusia merupakan salah satu missi kerasulannya. Masalahnya adalah: Maukah kita meningkatkan diri kearah citra pribadi Muslim yang digambarkan al-Quran? Bersediakah? Kalau mau mulailah sat ini juga. Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan melihat arti pendidikan Islam dan ruanglingkupnya, jelaslah bahwa dengan pendidikan Islam kita berusaha untuk membentuk manusia yang berkepribadian kuat dan baik (berakhlak ulkarimah) berdasarkan pada ajaran agama Islam. Oleh karena itulah pendidikan Islam sangat penting sebab dengan pendidikan Islam, orang tua atau guru berusaha secara sadar memimpin dan mendidik anak diarahkan kepada perkemabangan jasmani dan rohani sehingga mampu membentuk kepribadian yang utama yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Jadi, perkembangan agama pada seseorang sangat ditentukan oleh pendidikan dan pengalaman hidupnya sejak kecil; baik dalam keluarga, sekolah, maupan dalam lingkungan masyarakat terutama pada masa pertumbuhan perkembangannya. Oleh sebab itu, seyogyanyalah pendidikan agama Islam ditanamkan dalam pribadi anak sejak ia lahir bahkan sejak dalam kandungan dan kemudian hendaklah dilanjutkan pembinaan pendidikan ini disekolah, mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Bagi umat Islam tentunya pendidikan agama yang wjib diikutinya yaitu adalah pendidikan agama Islam. dalam hal ini pendidikan agama Islam mempunyai tujuan kurikuler yang merupakan penjabaran dari tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang termaktub dalam undang-undang sistem pendidikan nasional No.20 tahun 2003, yaitu:

“Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Dalam mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional, pendidikan agama Islam disekolah memegang peranan penting. Mengingat betapa pentingnya pendidikan agama Islam dalam mewujudkan harapan setiap orang tua, masyarakat, stakeholder dan membantu terwujudnya tujuan pendidikan nasional, maka pendidikan agama Islam harus diberikan dan dilaksanakan disekolah dengan sebaik-baiknya.

Sekian yang dapat saya bahasa, terima kasih sudah mampir untuk membaca!

Source: http://makalah.blogspot.co.id/2011/10/peranan-pendidikan-islam-dalam.html?m=1

Sistem Informasi Part Nilai dan Kualitas Informasi

Apa saja nilai dan juga kualitas dari Sistem Informasi?

Nah, kembali lagi bersama saya. Di sini saya akan memberitahukan apa saja nilai beserta kualitas dari Sistem Informasi.

Nilai informasi ini didasarkan atas 10 (sepuluh) sifat, yaitu :

1. Mudah Diperoleh Sifat ini menunjukan mudahnya dan cepatnya informasi dapat diperoleh.

2. Luas dan Lengkap Sifat ini menunjukan lengkapnya isi informasi.

3. Ketelitian Sifat ini berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan keluaran informasi.

4. Kecocokan Sifat ini menunjukan betapa baik keluaran informasi dalam hubungannya dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi.

5. Ketepatan Waktu Sifat ini berhubungan dengan waktu yang dilalui yang lebih pendek dari pada siklus untuk mendapatkan informasi. Masukan, pengolahan, dan pelaporan keluaran kepada para pemakai biasanya tepat waktu.

6. Kejelasan Sifat ini menunjukan tingkat keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas.

7. Keluwesan Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak hanya dengan lebih dari satu keputusan, tetapi juga dengan lebih dari seorang pengambil keputusan.

8. Dapat Dibuktikan Sifat ini menunjukan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.

9. Tidak Ada Prasangka Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.

10. Dapat Diukur Sifat ini menunjukan hakekat informasi yang dihasilkan dari sistem informasi formal.

Pada kenyataannya nilai informasi tidak mudah untuk dinyatakan dengan ukuran yang bersifat kuantitatif. Namun nilai informasi dapat dijelaskan menurut skala relatif. Misalnya, jika suatu informasi dapat menghasilkan hal yang mengurangi ketidakpastian bagi mengambil keputusan, maka nilai informasinya tinggi jika hasil tindakannya adalah positif, tapi nilai informasinya rendah bila tindakannya negatif. Sebaliknya, sekiranya informasi kurang memberikan relevansi bagi mengambil keputusan, informasi tersebut dikatakan kurang bernilai atau nilai informasinya rendah.( H.M Jogianto, 1990).

Kualitas dari suatu informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus akurat, tepat waktu, dan relevan.

1. Akurat

Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.

2. Tepat Waktu

Berarti informasi yang datang pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk organisasi. Dewasa ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.

3. Relevan

Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan. Sebaliknya informasi mengenai harga pokok produksi untuk nilai teknik merupakan informasi yang kurang levan, tetapi releven untuk akuntan.

Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat!

Source: https://www.google.co.id/amp/s/mane3x.wordpress.com/2013/12/04/10-sifat-nilai-informasi-dan-3-kualitas-dari-sistem-informasi/amp/

Sistem Informasi Part Komponen Komputer

Apa-apa saja yang terkandung di dalam sebuah komputer?

Nah, di sini saya akan menjawab semua pertanyaan yang ada di dalam benak reader sekalian, mengenai komponen apa yang ada di dalam sebuah komputer.

1. Hardware
Hardware (perangkat keras) adalah komponen komputer yang dapat disentuh atau diraba secara langsung oleh manusia, dengan kata lain memiliki wujud/bentuk secara fisik.

Hardware sendiri memiliki beragam fungsi yang mendukung sistem komputer agar berjalan sesuai dengan semestinya.

Kemampuan lain dari hardware sering disebut dengan instruction set, yang berarti sebuah perangkat keras dapat bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan oleh pengguna. Karena hardware mengerti bahasa perintah tersebut, maka hardware dapat melakukan berbagai kegiatan/aktivitas sesuai dengan apa yang telah diperintahkan penggunanya.

Perintah-perintah tersebut tentu tidak berjalan begitu saja, ada yang mengontrol dan memoderator sebuah komputer agar bekerja sesuai mekanisme yang ada. Adapun yang menjadi otak dari sebuah komputer yaitu CPU (Central Proccessing Unit) atau sering juga dikenal dengan Proccessor.

CPU ini menjadi pusat pengolahan data, pengontrol kerja komputer, dan memegang peranan yang sangat penting dalam sistem komputer. Tanpa adanya CPU (proccessor), komputer tidak akan bekerja, jadi kinerja komputer tergantung dari CPU tersebut.

Untuk bekerja secara optimal, CPU juga membutuhkan alat. Alat tersebut berupa alat masukkan dan alat keluaran, di mana alat masukkan untuk memberi perintah dan alat keluaran untuk memunculkan hasil pemrosesan suatu intruksi. Hasil keluaran biasanya berupa informasi atau data yang dapat juga disimpan melalui media penyimpanan.

Contoh Hardware Adapun contoh dari hardware yaitu :

  1. Alat masukkan (input device), yaitu perangkat komputer yang berfungsi untuk memasukkan suatu perintah dan data yang akan diproses oleh program atau komputer. Contoh dari input device yaitu : keyboard, mouse, joystick, scanner, taouchpad, touchscreen, dan sebagainya.
  2. Alat pemrosesan, yaitu perangkat komputer untuk melakukan proses sebuah inputan/masukkan dari pengguna melalui alat input. Contohnya adalah processor atau CPU pada sebuah komputer.
  3. Alat keluaran (output device), yaitu perangkat yang digunakan untuk memunculkan hasil keluaran atau menyampaikan suatu informasi kepada penggunanya. Contohnya : monitor, plotter, speaker, printer, proyektor, dan sebagainya.
  4. Media penyimpanan data (storage device), yaitu media untuk menyimpan suatu data secara tetap, contohnya yaitu : harddisk, Flashdisk, CD, DVD, floppy disk dan sebagainya.
  5. Perangkat tambahan (peripheral), yaitu perangkat tambahan komponen komputer atau perangkat yang sebelumnya belum ada di dalam komputer. Contohnya yaitu : Modem, TV tunner card dan capture card.

2. Software

Software (perangkat lunak) adalah perangkat yang terdiri dari intruksi-intruksi atau program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai apa yang dikehendaki pengguna.

Dengan begitu, software juga dapat berarti suatu data yang terdapat pada komputer yang memiliki format tertentu lalu disimpan secara digital di dalam komputer (baik itu program komputer, dokumen, dan informasi lainnya).

Berbeda dengan hardware yang dapat dilihat, dipegang atau disentuh secara fisik, software tidak demikian. Karena bentuknya digital, maka seseorang hanya dapat melihatnya dan tidak bisa menyentuhnya secara fisik.

Sekadar pengetahuan, program, data dan instruksi di dalam software yang tersimpan dalam komputer adalah berbentuk angka-angka (biner) serta bahasa pemrograman lain yang dimengerti oleh komputer, lalu diterjemahkan ke bentuk yang lebih kompleks sehingga dimengerti manusia.

Contoh Software Adapun contoh dari software, diantaranya yaitu :

Sistem Operasi

Sistem Operasi (operating system) adalah sistem yang berfungsi untuk mengelola seluruh sumber daya yang terdapat pada sistem komputer dan menghubungkan sumber daya tersebut dengan pengguna maupun dengan program lain sehingga program yang ada di komputer dapat mengakses dan menggunakan sumber daya tersebut. Sederhananya yaitu software untuk menghubungkan komputer dengan pengguna. Contoh sistem operasi yaitu : Windows, Linux dan Mac OS

2. Program Aplikasi

Program yang digunakan untul mengolah data elektronik seperti aplikasi pengolah kata, pengolah angka, paket aplikasi kantoran dan lain sebagainya. Biasanya dibuat oleh seorang programmer sesuai dengan kebutuhan konsumen untuk keperluannya. Program aplikasi ini juga dibuat berbentuk paket yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh banyak orang untuk berbagai kepentingan. Contoh program aplikasi yaitu : Libre Office, Microsoft Office Word, Microsoft Office Excel, Microsoft Visual Basic dan lain-lain.

3. Program bantu (utility)

Program yang berfungsi untuk membantu mengatasi gangguan dan ancaman terhadap jalannya komputer yang terjadi pada software. Selain itu, utility juga berfungsi untuk mengisi kelemahan suatu sistem operasi. Contoh dari program bantu (utility) yaitu : PC Cilin, Direct-X, Norton Utility, SCAN disk, anti virus dan sebagainya.

4. Sistem pengolah

Program yang digunakan untuk memperoses data masukkan (input). Software Development Tool Software Development Tool (perkakas pengembangan perangkat lunak) adalah program yang berfungsi sebagai kompilator bahasa pemrograman tingkat tinggi, tingkat menengah dan bahasa pemrograman tingkat rendah (rakitan). Adapun contoh bahasa pemrograman tingkat tinggi yaitu : Pascal, C, C++, Delphi, PHP, Phyton, dan Pascal. Contoh bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu : assembler dan translator Sedangkan contoh bahasa pemrograman tingkat rendah yaitu : bahasa mesin.

5. Pengendali Perangkat Keras Device Driver (Pengendali Perangkat Keras)

Program penghubung perangkat keras pembantu dengan komputer. Contohnya adalah : software untuk menghitung pada kasir swalayan dengan menggunakan bantuan scanner untuk menerjemahkan barcode. Software menetap (firmware) Contohnya yang dipasang pada di jam tangan digital dan pengendali jarak jauh.

6. Software gratis Software gratis (freeware)

Perangkat lunak gratis yang diberikan oleh pengembang tanpa dibatasi oleh masa waktu. Intinya siapa saja bebas menggunakannya sesuka hati.

7. Software perusak

Software perusak ini adalah berbentuk program yang mencurigakan yang dapat menganggu, mengusik, bahkan merusak sebuah komputer. Perangkat lunak perusak ini sering juga dikenal dengan malware.

3. Brainware

Brainware (perangkat manusia) adalah seseorang yang mengoperasikan hardware dan software untuk saling bekerjasama satu dengan lainnya.

Jadi intinya seseorang yang mengoperasikan atau mengatur sistem di dalam komputer disebut dengan brainware. Brainware ini juga dapat diartikan sebagai perangkat intelektual dimana mampu mengekspoitasi kinerja dari hardware maupun software.

Tanpa brainware, komputer juga tidak bisa bekerja. Demikian halnya dengan hardware yang membutuhkan software, software membutuhkan brainware, dan brainware membutuhkan hardware dan software.

Intinya komponen utama dalam sistem komputer ini saling bekerja sama.

Contoh Brainware:

  1. User/operator, yaitu orang yang tugsanya mengoperasikan komputer.
  2. Administrator, yaitu orang yang mampu mengatur sistem kerja, urutan, dan pengelolaa data sampai dengan output.
  3. Programmer, yaitu orang yang membuat sebuah program seperti software untuk kemudian digunaka oleh user atau administrator.
  4. Sistem Analis, yaitu orang yang membuat cetak biri skema global sistem program untuk dikerjakan programmer.
  5. Teknisi, yaitu orang yang yang bertugas dan memiliki wewenang untuk melakukan perawatan dan perbaikan terhadap sistem komputer yang mengalami kerusakan.

Sekian pembahasan mengenai komponen pada komputer, terima kasih sudah membaca!

Source: http://www.siswamaster.com/2016/01/pengertian-hardware-software-dan-brainware-beserta-contoh.html?m=1

Aplikasi C++ Builder

Apa itu C++ Builder?

C++ Builder adalah suatu alat pengembang aplikasi (development tool) berbasis microsoft windows yang menerapkan konsep visualisasi.Dengan adanya visualisasi ini C++ builder menjadi mudah digunakan untuk membuat aplikasi-aplikasi secara cepat.Dengan C++ builder, kita dapat melakukan desain, testing, debugging maupun proses development aplikasi secara mudah.

Bahasa dasar yang digunakan dalam C++ builder adalah bahasa C++ yang sudah terkenal keampuhannya dalam hal pembuatan sebuah aplikasi atau program.Tapi harus diakui bahwa tingkat keteraturan dan kemudahan dari bahasa C++ relatif lebih rendah dibandingkan dengan bahasa object pascal, namun dengan mempelajari konsep-konsep yang terdapat didalamnya, tentu C++ akan menjadi bahasa yang mudah untuk dipahami dan digunakan.

C++ builder menawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam proses pengembangan aplikasi sehingga mudah untuk digunakan oleh siapapun.Inilah yang menjadi salah satu alas an kenapa penulis lebih memilih bahasa pemograman Borland C++ builder disbanding bahasa pemograman lain.

Pengeksekusian yang didasarkan pada kejadian (event) tertentu.Dimana dari setiap kejadian itu terdapat sauatu kode program tersendiri yang disimpan sebagai suatu fungsi.Dan ini yang membedakan Bahasa C++ builder dengan bahasa pemogramana yang bersifat procedural dimana dimana proses pengeksekusian dimulai dari awal sampai akhir program secara beruntun.

Sekarang kita akan mengenali IDE (Integrated Development Environment) atau lingkungan yang ada didalam bahasa pemograman C++ builder. Didalam Builder IDE dibagi menjadi lima bagian yaitu Main Window, object Treeview, From designer, Object inspector dan Code editor. Dalam Borland C++Builder kita bisa membangun multi project secara simultan. Bahkan mampu membangun aplikasi database client/server performa tinggi, yang mampu:

  1. Mengakses Microsoft SQL Server.
  2. Mengakses Microsoft Access
  3. Memakai Database desktop menggunakan Paradox7

Mengapa menggunakan bahasa C?

  1. C adalah bahasa pemrograman yang paling populer saat ini
  2. C adalah bahasa pemrograman yang memiliki portabilitas tinggi
  3. C adalah bahasa pemrograman dengan kata kunci (keyword) sedikit
  4. C adalah bahasa pemrograman yang fleksibel
  5. C adalah bahasa pemrograman yang bersifat moduler

Sekian pembahasan mengenai C++ Builder, semoga bermanfaat!

Source: http://file-aris.blogspot.co.id/2009/12/borland-c-builder-60.html?m=1

Perjalanan si penggapai mimpi

Kesalahan yang paling besar bukanlah kegagalan, tetapi adalah berhenti untuk menyerah sebelum merasakan keberhasilan.

Halo! Perkenalkan nama saya Athifah Zahra, dari jurusan Sistem Informasi (SI) dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Andalas. Saya di sini ingin berbagi cerita mengenai perjalanan panjang saya selama menjadi penggapai mimpi demi sebuah universitas.

Perjuangan dimulai saat menduduki bangku kelas 12. Di situ, saya berusaha sekeras mungkin untuk menggapai kampus impian beserta jurusan yang amat saya dambakan. Segala hal telah saya lakukan, termasuk dengan mengikuti salah satu bimbingan belajar (bimbel) yang berada di kota saya pada waktu itu.

Semester 5 telah dilewati dengan segala macam rintangan. Kini, telah memasuki semester 6. Rasa di dalam diri bercampur aduk, mulai dari rasa cemas, takut, pesimis bercampur di dalam diri saya ketika mengetahui bahwasanya yang dapat mendaftar melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) hanya berjumlah 50% dari total keseluruhan siswa yang ada.

Tahap pertama adalah mengisi PDSS (Pangkalan DataSekolah dan Siswa). Jujur, saya merasakan feeling bahwa tak akan bisa lulus PDSS. Dan pada saat pengumuman, hal itu benar-benar terjadi. Kenyataan memang pahit, namun harus ditelan jua. Kegagalan pertama menghampiri saya, yaitu ‘tidak lulus PDSS’.

Oke, mulai dari situ saya berusaha memfokuskan diri dan lebih giat belajar untuk jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), disertai dengan belajar untuk menghadapi US (Ujian Sekolah), Praktek, USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) dan juga UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

Semua masalah mengenai ujian kelulusan SMA (Sekolah Menegah Atas) sudah saya lewati, dan kini tinggal menunggu 1 bulan lagi untuk berpartisipasi dalam SBMPTN.

Sebelum mengikuti SBMPTN, saya memiliki daya tarik untuk mengikuti ujian sekolah kedinasan, dan saya memilih STAN (Sekolah Tinggi Akutansi Negara). Namun, kegagalan kedua menghampiri saya, yakni nama saya tak tertera pada daftar siswa yang lulus pada Tahap I.

Mulai dari situ, saya benar-benar meniatkan diri untuk lulus SBMPTN, saya tidak ingin lagi mengalami kegagalan. Ikut bimbel dari pagi hingga sore, sampai di rumah belajar sampai tengah malam, diselingi dengan menonton video motivasi agar semangat saya tak memudar begitu saja di tengah jalan.

Sampai pada akhirnya pada tanggal 16 Mei 2017, dimana masa saya ditekankan oleh banyaknya soal dan juga durasi waktu yang diberikan terlampau sedikit, membuat saya dilanda depresi sesaat ketika tengah ujian.

Dan pilihan saya saat SBMPTN adalah:

  1. Fakultas Teknologi Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB)
  2. Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)
  3. Pendidikan Dokter Gigi Universitas Andalas.

Banyak orang yang terkejut dengan daftar pilihan saya, sebab yang saya pilih merupakan jurusan dengan peminat yang membludak, namun memiliki daya tampung yang sedikit. Namun saya ingin mewujudkan keinginan saya. Tapi— pada saat pengumuman SBMPTN pada tanggal 13 Juni…… saya kembali menerima kegagalan untuk ketiga kalinya, yaitu ditolak SBMPTN.

Jujur, saya hancur begitu mengetahui hasilnya tak sesuai dengan ekspektasi saya. sangat kecewa diwaktu itu. Namun kedua oang tua saya mencoba memberikan semangat pendorong kepada saya. Masih banyak Universitas yang mau menerima saya.

Sebelum Hari Raya Idul Fitri, saya menyempatkan diri untuk mendaftar Mandiri UNS (Universitas Sebelas Maret), dan pilihan saya:

  1. Informatika
  2. Teknik Kimia

Hanya membutuhkan waktu 8 hari untuk mengetahui hasil seleksi mandiri UNS, sebab mereka menggunakan nilai ujian SBMPTN pada Mei lalu. Dan… saya kembali mendapatkan kata ‘maaf’ untuk ke 4 kalinya. Benar-benar hancur dibuatnya.

Dari situ, dan orang tua saya berusaha menghibur, dan menyuruh saya mengikuti SMMPTN-Barat (Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri) Barat. Disitu, saya benar-benar kembali meniatkan hati untuk mengikuti ujian, takut mengalami kegagalan berulang kali.

Dan pilihan saya saat SMMPTN-Barat adalah:

  1. Profesi Dokter
  2. Sistem Informasi
  3. Teknik Lingkungan

Pada saat tanggal 8 Juli, saya benar-benar berusaha semampu mungkin untuk menjawab soal yang ada. Saya begitu sedikit mengisi pada LJU (lembar Jawaban Ujian), dan ketika melirik kiri kanan belakang, saya begitu takut, sebab yang lainnya banyak mengisi dan tampak lebih percaya diri. Dan itu… titik dimana saya takut mendapati kegagalan lagi.

Sebelum pengumuman SMMPTN-Barat keluar pada tanggal 18 Juli, saya menyempatkan diri untuk mengikuti UTG2 (Ujian Tulis Gelombang 2) dari Tel-U, sebagai cadangan apabila saya seandainya tidak lulus SMMPTN-Barat.

Namun, Allah berkehendak lain, saat saya membuka hasil dari SMMPTN-Barat, nama saya keluar dengan kotak berwarna hijau! Menandakan bahwa saya lulus, pada pilihan kedua. Saya benar-benar bersyukur, tak henti-hentinya memanjatkan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Dari situ, dimulailah awal dari saya masuk Universitas Andalas.

Mungkin hanya itu cerita yang dapat saya bagi, semoga dapat bermanfaat! Assalamu’alaikum wr.wb.

 

 

 

pembentukan kepribadian islami

Kepribadian berasal dari kata “pribadi” yang berarti diri sendiri, atau perseorangan. Sedangkan dalam bahasa inggris digunakan istilah personality, yang berarti kumpulan kualitas jasmani, rohani, dan susila yang membedakan seseorang dengan orang lain.

Menurut Allport, kepribadian adalah organisasi sistem jiwa raga yang dinamis dalam diri individu yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya.[2]

Carl Gustav Jung mengatakan, bahwa kepribadian merupakan wujud pernyataan kejiwaan yang ditampilkan seseorang dalam kehidupannya.[3]

Pada dasarnya kepribadian bukan terjadi secara serta merta akan tetapi terbentuk melalui proses kehidupan yang panjang. Oleh karena itu banyak faktor yang ikut ambil bagian dalam membentuk kepribadian manusia tersebut. Dengan demikian apakah kepribadian seseorang itu baik, buruk, kuat, lemah, beradap atau biadap sepenuhnya ditentukan oleh faktor yang mempenggaruhi dalam pengalaman hidup seseorang tersebut.

Kepribadian secara utuh hanya mungkin dibentuk melalui pengaruh lingkungan, khususnya pendidikan. [4] Adapun sasaran yang dituju dalam pembentukan kepribadian ini adalah kepribadian yang dimiliki akhlak yang mulia. Tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. Sebab Nabi mengemukakan “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang mukmin yang paling baik akhlaknya.

Seseorang yang islam disebut muslim. Muslim adalah orang atau seseorang yang menyerahkan dirinya secara sungguh – sungguh kepada Allah. Jadi, dapat dijelaskan bahwa “wujud pribadi muslim” itu adalah manusia yang mengabdikan dirinya kepada Allah, tunduk dan patuh serta ikhlas dalam amal perbuatannya, karena iman kepada-Nya. Pola sesorang yang beriman kepada Tuhan, selain berbuat kebajikan yang diperintahkan adalah membentuk keselarasan dan keterpaduan antara faktor iman, islam dan ikhsan.

Orang yang dapat dengan benar melaksanakan aktivitas hidupnya seperti mendirikan shalat, menunaikan zakat, orang – orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang – orang yang sabar dalam kesempitan penderitaan dan peperangan maka mereka disebut sebagai muslim yang takwa, dan dinyatakan sebagai orang yang benar. Hal ini merupakan pola takwa sebagai gambaran dari kepribadian yang hendak diwujudkan pada manusia islam. Apakah pola ini dapat “mewujud” atau “mempribadi” dalam diri seseorang, sehingga Nampak perbedaannya dengan orang lain, karena takwanya, maka; orang itu adalah orang yang dikatakan sebagain seseorang yang mempunyai “Kepribadian Muslim”.

Secara terminologi kepribadian Islam memiliki arti serangkaian perilaku normatif manusia, baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial yang normanya diturunkan dari ajaran islam dan bersumber dari Al-Quran dan al-Sunnah.[5] Kepribadian muslim dalam kontek ini barang kali dapat diartikan sebagai identitas yang dimiliki seseorang sebagai ciri khas bagi keseluruhan tingkah laku sebagai muslim, baik yang disampaikan dalam tingkah laku secara lahiriyah maupun sikap batinnya. Tingkah laku lahiriyah seperti cara berkata-kata, berjalan, makan, minum, berhadapan dengan orang tua, guru, teman sejawat, sanak famili dan sebagainya. Sedangkan sikap batin seperti penyabar, ikhlas, dan sikap terpuji yang timbul dari dorongan batin.

Kemudian ciri khas dari tingkah laku tersebut dapat dipertahankan sebagai kebiasaan yang tidak dapat dipengaruhi sikap dan tingkah laku orang lain yang bertentangan dengan sikap yang dimiliki. Ciri khas tersebut hanya mungkin dapat dipertahankan jika sudah terbentuk sebagai kebiasaan dalam waktu yang lama. Selain itu sebagai individu setiap muslim memiliki latar belakang pembawaan yang berbeda-beda. Perbedaan individu ini diharapkan tidak akan mempengeruhi perbedaan yang akan menjadi kendala dalam pembentukan kebiasaan ciri khas secara umum.[6]

Kepribadian Muslim dapat dilihat dari kepribadian orang per orang (individu) dan kepribadian dalam kelompok masyarakat (ummah). Kepribadian individu meliputi ciri khas seseorang dalam sikap dan tingkahlaku, serta kemampuan intelaktual yang dimilikinya. Karena adanya unsur kepribadian yang dimiliki masing-masing, maka sebagai individu seorang Muslim akan menampilkan ciri khasnya masing-masing.

Dengan demikian akan ada perbedaan kepribadian antara seseorang muslim dengan muslim lainnya. Secara fitrah perbedaan ini memang diakui adanya. Islam memandang setiap manusia memiliki potensi yang berbeda, hingga kepada setiap orang dituntut untuk menunaikan perintah agamanya sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing (QS.6:152).

Kalaulah individu merupakan unsur terkecil dari suatu masyarakat, maka tentunya dalam pembentukan kepribadian Muslim sebagai umat akan sulit dipenuhi. Beranjak dari pernyataan tersebut, maka dalam upaya membentuk kepribadian Muslim baik secara individu, maupun sebagai suatu ummah, adanya perbedaan tersebut bagaimana pun tak mungkin dapat diletakkan. Dalam kenyataannya memang dijumpai adanya unsur keberagaman (heterogenitas) dan homogenitas (kesamaan).

Maka walaupun sebagai individu masing-masing kepribadian itu berbeda, tapi dalam pembentukan kepribadian muslim sebagai ummah, perbedaan itu perlu dipadukan. Sumber yang menjadi dasr dan tujuannya adalah ajaran wahyu.

Dasar pembentukan adalah Al-Qur’an dan hadist, sedangkan tujuan yang akan dicapai menjadi pengabdi Allah yng setia (QS.51:56), sebagai Tuhan yang wajib disembah. Sedangkan pengabdian yang dimaksud didasarkan atas tuntutan untuk menyembah kepada Tuhan yang satu : itulah dia Allah Tuhan kamu, tidak ada yang berhak disembah selain dia. Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah dia (QS.6:102).

Pernyataan wahyu ini merupakan kerangka acuan dalam pembentukan kepribadian Muslim sebagai ummah. Acuan ini berisi pernyataan, bahwa sitiap Muslim wajib menunjukkan ketundukan yang optimal kepada zat yang menjadi sesembahannya. Dengan demikian secara keseluruhan kaum muslimin mengacu kepada pembentukan sikap kepatuhan yang sama imbasnya diharapkan akan terbentuk sifat dan sikap yang secara umum adalah sama. Inilah yang dimaksud dengan kepribadian muslim:[7]

  1. Kepribadian Muslim Sebagai Individu

Secara individu kepribadian Muslim mencerminkan cirri khas yang berbeda. Ciri khas tersebut diperolah berdasarkan potensi bawaan. Dengan demikian secara potensi (pembawaan) akan dijumpai adnya perbedaan kepribadian antara seorang muslim dengan muslim lainnya. Namun perbedaan itu terbatas pada seluruh potensi yang mereka miliki, berdasarkan factor pembawaan masing-masing meliputi aspek jasmani dan rohani. Pada aspek jasmani seperti perbedaan bentuk fisik, warna kulit, dan cirri-ciri fisik lainnya. Sedangkan pada aspek rohaniah seperti sikap mental, bakat, tingkat kecerdasan, maupun sikap emosi.

Sebaliknya dari aspek roh, ciri-ciri itu menyatu dalam kesatuan fitrah untuk mengabdi kepada penciptannya. Latar belakang penciptaan manusia menunjukkan bahwa secara fitrah manusia memiliki roh sebagai bahan baku yang sama. Menurut Hasan Langgulung, pernyataan tersebut mengandung makna antara lain, bahwa Tuhan memberikan manusia beberapa potensi yang sejalan dengan sifat-sifatnya. Kepibadian secara utuh hanya mungkin dibentuk melalui pengaruh lingkungan, khususnya pendidikan. Adapun sasaran yang dituju dalam pembentukan kepribadian ini adalah kepribadian yang dimiliki akhlak yang mulia. Tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. Sebab Nabi mengemukakan “ Orang mukmin yang paling sempurna imannya, adalah orang mukmin yang paling baik akhlaknya.

Disini terlihat ada dua sisi penting dalam pembentukan kepribadian muslim, yaitu iman dan akhlak. Bila iman dianggap sebagai konsep batin, maka batin adalah implikasi dari konsep itu yang tampilanya tercermin dalam sikap perilaku sehari-hari. Keimanan merupakan sisi abstrak dari kepatuhan kepada hukum-hukum Tuhan yang ditampilkan dalam lakon akhlak mulia.

Menurut Abdullah al-Darraz, pendidikan akhlak dalam pembentukan kepribadian muslim berfungsi sebagai pengisi nilai-nilai keislaman. Dengan adanya cermin dari nilai yang dimaksud dalam sikap dan perilaku seseorang maka tampillah kepribadiannya sebagai muslim. Muhammad Darraz menilai materi akhlak merupakan  bagian  dari nilai-nilai yang harus dipelajari dan dilaksanakan, hingga terbentuk kecendrungan sikap yang menjadi ciri kepribadian Muslim.

Usaha yang dimaksud menurut Al-Darraz dapat dilakukan melalui cara memberi materi pendidikan akhlak berupa :

  • Pensucian jiwa Kejujuran dan benar Menguasai hawa nafsu
  • Sifat lemah lembut dan rendah hati Berhati-hati dalam mengambil keputusan Menjauhi buruk sangka
  • Mantap dan sabar
  • Menjadi teladan yang baik
  • Beramal saleh dan berlomba-lomba berbuat baik Menjaga diri (iffah)
  • Ikhlas
  • Hidup sederhana
  • Pintar mendengar dan kemudian mengikutinya (yang baik)

Pembentukan kepribadian muslim pada dasarnya merupakan upaya untuk mengubah sikap kearah kecendrungan pada nilai-nilai keislaman. Perubahan sikap, tentunya tidak terjadi secara spontan. Semua berlajan dalam sautu proses yang panjang dan berkesinambungan. Diantara proses tersebut digambarkan oleh danya hubungan dengan obyek, wawasan, peristiwa atau ide(attitude have referent), dan perubahan sikap harus dipelajari (attitude are learned).

Menurut Al-Ashqar. Ada hubungan timbal balik antara individu dengan lingkungannya. Selanjutnya kata Al-Ashqar, jika secara konsekwen tuntutan akhlak seperti yang dipedomankan pada Al-Qur’an dapat direalisasikan dalam kehidupan sehar-hari, maka akan terlihat ciri-cirinya. Ia memberikan rincian ciri-ciri yang dimaksud sebagai berikut:

  • Selalu menepuh jalan hidup yang didasarkan didikan ketuhanan dengan melaksanakan ibadah dalam arti luas.
  • Senantiasa berpedoman kepada petunjuk Allah untuk memperolah bashirah (pemahaman batin) dan furqan (kemampuan membedakan yang baik dan yang buruk).
  • Kekuatan untuk menyerukan dan berbuat benar, dan selalu menyampaikan kebenaran kepada orang lain.
  • Memiliki keteguhan hati untuk berpegang kepada agamanya.
  • Memiliki kemampuan yang kuat dan tegas dalam menghadapi kebatilan.
  • Tetap tabah dalam kebenaran dalam segala kondisi.
  • Memiliki kelapangan dan ketentraman hati serta kepuasan batin hingga sabar menerima cobaan.
  • Mengetahui tujuan hidup dan menjadikan akhirat sebagai tujuan akhir yang lebih baik.
  • Kembali kepada kebenaran dengan melakukan tobat dari segala kesalahan yang pernah dibuat sebelumnya.

Dalam hal ini Islam juga mengajarkan bahwa factor genetika (keturunan) ikut berfungsi dalam pembentukan kepribadian Muslim. Oleh karena itu, filsafat pendidikan Islam memberikan pedoman dalam pendidikan Prenatal (sebelum lahir), Pembuahan suami atau istri sebaiknya memperhatikan latarbelakang keturunan masing-masing pilihan (tempat yang sesuai) karena keturunan akan membekas (akhlak bapak akan menurun pada anak).

Kemudian dalam proses berikutnya, secara bertahap sejalan dengan tahapperkembangan usianya, pedoman mengenai pendidikan anak juga telah digariskan oleh filsafat pendidikan Islam. Kalimat tauhid mulai diperdengarkan azan ketelingan anak yang baru lahir. Kenyataan menunjukkan dari hasil penelitian  ilmu  jiwa  bahwa  bayi  sudah  dapat  menerima rangsangan bunyi semasa masih dalam kandungan. Atas dasar kepentingan itu, maka menggemakan azan ketelingan bayi, pada hakikatnya bertujuan memperdengarkan kalimat tauhid diawak kehidupannya didalam dunia.

Pada usia selanjutnya, yaitu usia tujuh tahun anak-anak dibiasakan mengerjakan shalat, dan perintah itu mulai diintensifkan menjelang usia sepuluh tahun. Pendidikan akhlak dalam pembentukan pembiasaan kepada hal-hal yang baik dan terpuji dimulai sejak dini. Pendidikan usia dini akan cepat tertanam pada diri anak. Tuntunan yang telah diberikan berdasarkan nilai-nilai keislaman ditujukkan untuk membina kepribadian akan menjadi muslim. Dengan adanya latihan dan pembiasaan sejak masa bayi, diharapkan agar anak dapat menyesuaikan sikap hidup dengan kondisi yang bakal mereka hadapi kelak. Kemampuan untuk menyesuikan diri dengan lingkungan tanpa harus mengorbankan diri yang memiliki ciri khas sebagai Muslim, setidaknya merupakan hal yang berat.

Dengan demikian pembentukan kepribadian muslim pada dasarnya merupakan suatu pembentukan kebiasaan yang baik dan serasi dengan nilai-nilai akhlak al-karimah. Untuk itu setiap Muslim diajurkan untuk belajar seumur hidup, sejak lahir (dibesarkan dengan yang baik) hingga diakhir hayat. Pembentukan kepribadian Muslim secara menyeluruh adalah pembentukan yang meliputi berbagai aspek, yaitu:

  • Aspek idiil (dasar), dari landasan pemikiran yang bersumber dari ajaran wahyu.
  • Aspek materiil (bahan), berupa pedoman dan materi ajaran yang terangkum dalam materi bagi pembentukan akhlak al-karimah.
  • Aspek sosial, menitik beratkan pada hubungan yang baik antara sesama makhluk, khususnya sesama manusia.
  • Aspek teologi, pembentukan kepribadian muslim ditujukan pada pembentukan nilai-nilai tauhid sebagai upaya untuk menjadikan kemampuan diri sebagai pengabdi Allah yang setia.
  • Aspek teologis (tujuan), pembentukan kepribadian Muslim mempunyai tujuan yang jelas.
  • Aspek duratife (waktu), pembentukan kepribadian Muslim dilakukan sejak lahir hingga meninggal dunia.
  • Aspek dimensional, pembentukan kepribadian Muslim yang didasarkan atas penghargaan terhadap factor-faktor bawaan yang berbeda (perbedaan individu).
  • Aspek fitrah manusia, yaitu pembentukan kepribadian Muslim meliputi bimbingan terhadap peningkatan dan pengembangan kemampuan jasmani, rohani dan ruh.

Pembentukan kepribadian muslim merupakan pembentukan kepribadian yang utuh, menyeluruh, terarah dan berimbang. Konsep ini cenderung dijadikan alasan untuk memberi peluang bagi tuduhan bahwa filsafat pendidikan Islam bersifat apologis (memihak dan membenarkan diri). Penyebabnya antara lain adalah ruang lingkupnya terlalu luas, tujuan yang akan dicapai terlampau jauh, hingga dinilai sulit untuk diterapakn dalam suatu sistem pendidikan.

  1. Kepribadian Muslim Sebagai Ummah.

Pembentukan kepribadian Muslim sebagai individu, adalah pembentukan kepribadian yang diarahkan kepada peningkatan dan pengembangan factor dasar (bawaan) dan factor ajar (lingkungan), dengan berpedoman kepada nilai-nilai keislaman. factor dasar pengembangan dan ditingkatkan kemampuannya melalui bimbingan dan pembiasaan berfikir, bersikap dan bertingkah laku menurut norma-norma Islam. Sedangkan factor ajar dilakukan dengan cara mempengaruhi individu melalui proses dan usaha membentuk kondisi yang mencerminkan pola kehidupan yang sejalan dengan norma-norma Islam seperti contoh, teladan, nasihat, anjuran, ganjaran, pembiasaan, hukuman, dan pembentukan lingkungan serasi.

Komunitas Muslim (kelompok seakidah) ini disebut ummah. Individu merupakan unsur dalam kehidupan masyarakat. Maka dengan membentuk kesatuan pandangan hidup pada setiap individu, rumah tangga, diharapkan akan ikut mempengaruhi sikap dan pandangan hidup dalam masyrakat, bangsa, dan ummah. Adapun pedoman untuk mewujudkan pembentukan hubungan itu secara garis besarnya terdiri atas tiga macam usaha, yakni : (1) memberi motivasi untuk berbuat baik, (2) mencegah kemungkaran dan, (3) beriman kepada Allah. Untuk memenuhi tiga persyaratan itu, maka usaha pembentukan kepribadian Muslim sebagai ummah dilakukan secara bertahap, sesuai dengan ruang lingkup dan kawasan yang menjadi lingkungan  masing-masing.

Abdullah al-Daraz membagi kegiatan pembentukan itu menjadi empat tahap meliputi:

  1. Pembentukan nilai-nilai Islam dalam keluarga

Bentuk penerapannya adalah dengan cara melaksanakan pendidikan akhlak dilingkungan keluarga. Langkah yang ditempuh adalah:

  • Memberikan bimbingan untuk berbuat baik kepda kedua orang tua
  • Memelihara anak dengan kasih saying
  • Memberi tuntunan anak akhlak kepada anggota keluarga.
  • Membiasakan untuk mengahargai peraturan-peraturan dalam rumah.
  • Membiasakan untuk memenuhi kewajiban sesame kerabat seperti ketentuan soal waris.

Pembentukan nilai-nilai Islam dalam keluarga dinilai penting. Pertama, keluarga paling berpotensi untuk membentuk nilai – nilai dasar, karena lingkungan sosial pertama kali yang dikenal anak. Kedua, Keluraga menempati peran penting dalam pembentukan masyarakat. Keluarga senagai organisasi sosial yang paling kecil, tapi mempengaruhi masa depan suatu masyarakat.

  1. Pembentukan nilai-nilai dalam hubungan sosial

Kegiatan hubungan sosial mencakup upaya penerapan nilai-nilai akhlak dalam pergaulan sosial langkah-langkah pelaksanaanya mencakup:

  • Melatih diri untuk tidak melakukan perbuatan keji dan tercela
  • Mempererat hubungan kerjasama dengan cara menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat mengarah kepada rusaknya hubungan sosial.
  • Menggalakkan perbuatan-perbuatan yang terpuji dan memberi manfaat dala kehidupan bermasyarakat seperti memaafkan kasalahan, menepati janji, memperbaiki hubungan antar manusia, dan amanah.
  • Membina hubungan menurut tata tertib, seperti berlaku sopan, meminta izin ketika masuk rumah, berkata baik, serta memberi dan membalas Salam.
  1. Membentuk nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa.

Adapun upaya untuk membentuk nilai-nilai Islam dalam konteks ini adalah:

  • Kepala negara menerapkan prinsip musyawarah, adil, jujur, dan tanggung jawab.
  • Masyarakat Muslim berkewajiban mentaati peraturan, menghindarkan dari perbuatan yang merugikan keharmonisan hidup berbangsa.
  1. Pembentukan Nilai-nilai Islam dalam Hubungannya dengan Tuhan.

Baik secara individu atau secara ummah, kaum muslimin diharuskan untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT. Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam membina hubungan itu mencakup:

  • Senantiasa beriman kepada Allah. Bertaqwa kepada-Nya
  • Menyatakan syukur atas segala nikmat Allah dan tidak berputus asa dalam mengaharapkan rahmat-Nya.
  • Berdo’a kepada Allah, mensucikan diri, mengagungkan-Nya serta senantiasa mengingat-Nya
  • Menggantungkan niat atas segala perubahan kepada-Nya.

Realisasi dari pembinaan hubungan yang baik kepada Allah ini adalah cinta kepada Allah. Puncaknya adalah menempatkan rasa cinta kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Dengan menerapkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya diatas segalanya, diharapkan kepribadian Muslim sebagai individu maupun sebagai ummah akan membuahkan sikap untuk lebih mendahulukan kepentingan melaksanakan perintah khalikNya dari kepentingan lain.

Pembentukan kepibadian Muslim sebagai individu, keluarga, masyarakat, maupun ummah pada hakikatnya berjalan seiring dan menuju ketujuan yang sama. Tujuan utamanya adalah guna merealisasikan diri, baik secara pribadi (individu) maupun secara komunitas (ummah) untuk menjadi pengabdi Allah yang setia. Pada tingkat ini terlihat bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki sifat yang mendasar (sejalan dengan fitrah), universal (umum) dan terarah pada tujuan yang didasarkan atas konsep yang jelas dan benar adanya.

  1. Kepribadian Muslim Sebagai Khalifah

 

Allah sebagai pencipta memberi pernyataan, bahawa ia mampu untuk menadikan manusia umat yang sama. Dalam hal ini ternyata Al-Qur’an telah memeberi jalan keluar untuk menggalang persatuan dan kesatuan manusia, yang memiliki latar belakang perbedaan suku, bangsa dan ras. Mengacu pada pengertian tersebut, setidak-tidaknya dijumpai empat aspek yang tercakup dalam pengertian ukhuwah, yaitu:

  • Ukhuwah fi al-ubudiyyat, yang mengadung arti persamaan dalam ciptaan dan ketundukan kepada Allah sebagai pencipta. Pesamaan seperti ini mencakup persamaan antara sesama makhluk ciptaan Allah.(QS. 6;38)
  • Ukhuwah fi al-insaniyyat, merujuk kepada pengertian bahwa manusia memiliki persamaan dalam asal keturunan (QS. 49:13)
  • Ukhuwah fi al-wathaniyyat wa al nasab, yang meletakkan dasar persamaan pada unsur bangsa dan hubungan pertalian darah.(QS. 4:22-23).
  • Ukhuwah fi din al-Islam, yang mengacu pada persamaan keyakinan (agama) yang dianut, yaitu Islam.

Dasar ini menempatkan kaum muslimin sebagai saudara, karena memiliki akidah yang sama. Mengacu pada pokok permasalahan diatas, terlihat bahwa kekhalifahan manusia bukan sekedar jabatan yang biasa. Dengan jabatan tersebut manusia dituntut untuk bertanggung jawab terhadap kehidupan dan pemeliharaan ciptaan Tuhan di muka bumi. Untuk itu manusia manusia dapat mengemban amanat Allah baerupa kreasi yang didasarkan atas norma-norma ilahiyat.

Sebagai khalifah manusia dituntut untuk memiliki rasa kasih sayang, yang sekaligus menjadi identitasnya. Sifat kasih sayang adalah cerminan dari kecenderungan manusia untuk meneladani sifat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sebagai khalifaeh juaga manusia diserahkan amanta untuk mengatur kehidupan di bumi, manusia tak terlepas dari keterikatannya dengan sang Pencipta. Dalam hal ini manusia dituntut untuk bersyukur terhadap keberadaannya dan lingkungan hidupnya.

Kepribadian khalifah tergabung dalam empat sisi yang saling berkaitan, keempat sisi itu adalah: (1) mematuhi tugas yang diberikan Allah, (2) menerima tugas tersebut dan meleksanakannya dalam kehidupan perorangan maupun kelompok, (3) memelihara serta mengelola lingkungan hidup untuk kemanfaatan bersama, (4) Menjadikan tugas-tugas khalifah sebagai pedoman pelaksanaannya.

Gambaran  dari  kepribadian  Muslim  terangkum  dalam  sosok individu yang segala aktivitasnya senantiasa didasarkan kepeda atas Nama Allah, sekaligus dalam ridho Allah. Kesadaran dan keterikatan dengan nilai-nilai ilahiyat ini merupakan acuan dasar bagi setiap aktivitas yang dilakukannya.

Sekian yang dapat saya sampaikan pada post kali ini, semoga bermanfaat! Assalamu’alaikum wr.wb.

sistem informasi (part ii)

Zaman sekarang ini banyak kehidupan manusia yang tidak lepas dari sistem informasi, Tak hanya negara maju, negara berkembang pun seperti Indonesia, membutuhkan sitem informasi. Baik dalam dunia komunikasi, bisnis dan pendidikan dan sistem informsi telah banyak membantu kehidupan manusia. Berikut adalah contoh-contoh pemanfaatan sistem informasi;

  • Sitem dalam penjualan kredit sepeda motor, sehingga dapat digunakan untuk memantau hutang pelanggan.
  • Sistem keamanan suatu data perkantoran, sehingga orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tidak dapat memasuki fasilitas rahasia suatu perkantoran.
  • Sistem berbasis kartu cerdas, yang digunakan para mahasiswa dalam pengabsenan di kampus, seperti yang sekarang diterapkan Telkom University.
  • Dan masi banyak lagi contoh-contoh pemanfaatan sistem informasi.
  • Penggunana jejaring sosial berbasis web, seperti facebook, twitter, ymail dll.

 

Dalam bentuk yang lebih kompleks sistem informasi melibatkan banyak pemakai dan penggunaan jaringan yang memungkinkan pemakai yang tersebardapat bertukar informasi. Dan kemampuan utama dari sistem informasi adalah :

  • Melakukan komputasi numerik, bervolume besar, dengan kecepatan tinggi.
  • Menyediakan komunikasi dalam organisasi.
  • Menyimpan informasi dalam jumlah besar dengan ruang yang kecil dan mudah diakses.
  • Memungkin fleksibilitas pengaksesan informasi di seluruh dunia.
  • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam suatu organisasi dan diluar organisasi.
  • Mengoptimalkan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.
  • Menekan pembiayaan.

 

Dengan kemapuan ini mendukung berkembangnya bisnis yang mencakuo;

  • Peningkatan produktivitas
  • Pengurangan biaya
  • Peningkatan pengambilan keputusan
  • Peningkatan layanan ke pelanggan
  • Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis yang baru.

 

Secara garis besar sistem informasi mencakup 3 hal penting dalam suatu organisasi yaitu, Perencanaan, Pengerjaan dan Pengendalian, dengan kemampuan sistem informasi ketiga hal tersebut dapat saling bersinergi dalam mencapai tujuan.

Dalam organisasi pasti memiliki beberapa subsistem, seperti dalam managemen, memiliki subsistem, produksi, penjualan dan subsistem lainnya, yang memiliki tugas masing-masing, dengan adanya sistem informasi subsistem tersebut dalam saling terhubungan untuk mencapai tujuan dari sistem yang utama.

Secara garis besar dapat dikatakan bahwa peranan teknologi informasi meliputi:

  • Teknologi informasi menggantikan peranan manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.
  • Teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas atau proses.
  • Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Artinya teknologi dapat melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas dan proses.

Sistem Informasi (part i)

Sistem Informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakai.

Sistem adalah kumpulan orang yang saling bekerja sama dengan ketentuan-ketentuan aturan yang sistematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan melaksanakan suatu fungsi untuk mencapai tujuan. Sistem memiliki beberapa karakteristik atau sifat yang terdiri dari komponen sistem, batasan sistem, lingkungan luar sistem, penghubung sistem, masukan sistem, keluaran sistem, pengolahan sistem dan sasaran sistem.

Informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimanya dan untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan.

Pengertian Sistem Informasi (SI) Menurut Para Ahli
  • John F. Nash: Pengertian sistem informasi menurut John F. Nash adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atau transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
  • Robert A. Leitch: Menurut Robert A. Leitch, pengertian sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
  • Henry Lucas: Pengertian sistem informasi menurut Henry Lucas adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, apabila dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.
  • Alter: Pengertian sistem informasi menurut Alter bahwa sistem informasi adalah sebagai  tipe khusus dari sistem kerja dimana manusia dan/mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/jasa bagi pelanggan.
Fungsi Sistem Informasi 
  • Untuk meningkatkan aksesiblitas data yang ada secara efektif dan efisien kepada pengguna, tanpa dengan prantara sistem informasi.
  • Memperbaiki produktivitas aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem
  • Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
  • Mengidentifikasi kebutuhan mengenai keterampilan pendukung sistem informasi
  • Mengantisipasi dan memahami akan konsekuensi ekonomi
  • Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi
  • Mengembangkan proses perencanaan yang efektif
Komponen Sistem Informasi (SI)
  1.  Komponen input adalah data yang masuk ke dalam sistem informasi
  2. Komponen model adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang  memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
  3. Komponen output adalah hasil informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem. 
  4. Komponen teknologi adalah alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan dalam menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantau pengendalian sistem.
  5. Komponen basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan di dalam komputer dengan menggunakan software database.
  6. Komponen kontrol adalah komponen yang mengendalikan gangguan terhadap sistem informasi.

Sekian Informasi yang saya berikan mengenai Sistem Informasi, semoga dapat bermanfaat! Jika ingin mengetahui lebih lanjut, bisa dilihat pada Sistem Infermasi (Part II). Assalamu’alaikum wr.wb.